Sabtu, 16 Juli 2011

Apresiasi Metodologi Penyuluhan Partisipatif dan Fasilitasi FMA bagi TPL dan Koordinator BPP


Bertempat di Hotel Transit Bandara Sultan Hasanuddin Makassar pada tanggal, 15 s/d 18 Mei 2011 dilaksanakan kegiatan Apresiasi Metodologi Penyuluhan Partisipatif dan Fasilitasi FMA bagi TPL dan Koordinator BPP. Kegiatan ini dibuka oleh Ir. H. Burhanuddin, MM selaku Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Kab. Maros yang didampingi oleh Ir. Muhadir, MM P2K P3TIP/FEATI Kab. Maros.

Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Kab. Maros dalam dalam sambutannya mengatakan bahwa penyuluhan pertanian adalah proses pembelajaran bagi pelaku utama dan pelaku usaha agar mereka mau dan mampu menolong dan mengorganisasikan dirinya dalam mengakses informasi pasar, sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, pendapatan dan kesejahteraannya. Sebagai kegiatan pendidikan, penyuluhan pertanian mempunyai kedudukan yang sangat strategi dalam pembangunan pertanian, khususnya dalam pengembangan kualitas pelaku utama dan pelaku usaha. Selain itu, penyuluh pertanian diharapkan untuk memfasilitasi kegiatan – kegiatan petani diwilayah binaannya.

Peserta pelatihan ini adalah Tim Penyuluh Lapangan dan Kepala UPT BPP-KP Kecamatan yang berasal dari desa lokasi P3TIP. Penerapan metoda pembelajaran FMA akan akan berjalan dengan baik bila difasilitasi oleh Tim Penyuluh Lapangan (TPL) sebagai Penyuluh Pendamping dan Kepala UPT BPP-KP Kecamatan. Setelah melaksanakan tiga kali putaran kegiatan FMA, maka diperlukan adanya penambahan dan peningkatan pengetahuan dan kemampuan para Penyuluh Pendamping dan Kepala UPT BPP-KP Kecamatan dalam memfasilitasi FMA yang berorientasi agribisnis termasuk peningkatan skala FMA (scaling UP). Selain itu, dibutuhkan penyuluh pendamping yang mempunyai kemampuan dan keterampilan memfasilitasi pengembangan kemitraan dan pengorganisasian petani dalam skala yang lebih besar

Kegiatan ini bertujuan ; meningkatkan kualitas pendampingan dan pembinaan TPL dan Kepala UPT BPP-KP Kecamatan dalam pembelajaran FMA yang berorientasi Agribisnis, serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan Penyuluh Pendamping TPL dan Kepala UPT BPP-KP Kecamatan dalam menerapkan prinsip – prinsip agribisnis serta perencanaan agribisnis.

Semoga dengan kegiatan ini pendampingan dan fasilitasi penyuluh pertanian terhadap kegiatan petani khususnya UP-FMA dapat semakin meningkat kualitasnya demikian harapan Ir. Muhadir, MM dan Asmuri, S.Pi selaku Asisten Teknis/FMA P3TIP/FEATI Kab. Maros.

Rabu, 29 Juni 2011

Pertemuan Penyuluh / Tim Penyuluh Lapangan (TPL) lokasi P3TIP/FEATI Kab. Maros

Bertempat di Aula Balai Penelitian Serealia (Balitsereal) Maros, tanggal 02 Maret 2011 dilaksanakan Pertemuan Penyuluh / Tim Penyuluh Lapangan (TPL) lokasi P3TIP/FEATI yang dihadiri oleh para Penyuluh Pertanian, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPP se-Kab. Maros dan para Pejabat Struktural lingkup Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Kabupaten Maros. Kegiatan ini dibuka oleh Bupati Maros Ir. H. M. Hatta Rahman, MM yang didampingi oleh Ir. H. Burhanuddin, MM selaku Kepala Badan dan Pejabat Pembuat Komitmen (P2K) P3TIP/FEATI Maros Ir. Muhadir, MM. Dalam sambutan dan pengarahan Bupati, sangat mengapresiasikan kegiatan Pemberdayaan Petani melalui Teknologi dan Informasi Pertanian (P3TIP/FEATI) di Kabupaten Maros yang telah dilaksanakan sejak Tahun 2007 hingga sekarang yang banyak memberikan konstribusi yang besar terhadap kemajuan pertanian utamanya sarana dan prasarana penyuluhan termasuk peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani di Kab. Maros. Dalam kesempatan ini pula Bupati Maros mengharapkan kepada seluruh penyuluhan pertanian sebagai ujung tombak untuk selalu mendampingi petani dan keluarganya agar dapat meningkatkan usaha taninya dari berbagai macam komoditi yang di usahakan agar dapat meningkatkan produksinya sehingga pendapatan mereka dapat meningkat dan dapat tercapai program pemerintah Kabupaten Maros 1 (satu) produk unggulan tiap desa/kecamatan.

Ir. H. Muh. Syahrir, MM selaku ketua panitia pelaksana dalam laporannya mengatakan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memonitoring sampai sejauhmana kegiatan - kegiatan yang telah dilaksanakan UP-FMA binaan Penyuluh Pertanian/TPL dan permasalahan - permasalahan yang dihadapi.

Mengawali kegiatan, pemaparan dari Kepala Badan terhadap Kebijakan Pembangunan Pertanian Maros dan P2K P3TIP/FEATI Maros mengenai Program/Kegiatan P3TIP/FEATI TA. 2011, disusul oleh pemaparan dari Asisten P2K FEATI bidang tugas dan tanggungjawab masing - masing. Untuk lebih menariknya kegiatan pertemuan ini, dilakukan refleksi / pemaparan dari Kepala UPT/BPP terhadap kegiatan - kegiatan UP-FMA diwilayahnya yang ditanggapi oleh peserta pertemuan lainnya dan Pengelola P3TIP/FEATI Maros. Dari kegiatan ini diharapkan adanya informasi baru mengenai perkembangan dan kegiatan utamanya pada pola kemitraan UP-FMA dengan pihak lain yang telah dilakukan serta saran - saran dari Penyuluh Pertanian/TPL terhadap perbaikan pengelolaan kegiatan utamanya kegiatan UP-FMA desa demikian harapan dari Ir. Muhadir, MM.

Kamis, 14 April 2011

Profil UP-FMA Mattoanging Desa Mattoanging Kec. Bantimurung Kab. Maros

Desa Mattoanging merupakan salah satu desa di wilayah Kecamatan Bantimurung, terletak 6 kilometer dari ibukota Kabupaten Maros dengan luas wilayah kurang lebih 630 Ha yang terbagi dalam 5 dusun yakni Dusun Bonti-bonti, Dusun Paranggi, Dusun Katubung, Dusun Malewang dan Dusun Moncongbori.

Desa Mattoanging terletak disebelah utara Desa Barugae dan Desa Tukamase, Sebelah Timur Desa Manggeloreng dan Desa Minasa Baji, Sebelah Selatan Desa Alatengae dan Sebelah Barat Kelurahan Boribelaya, Kecamatan Maros Baru.

Desa Mattoanging yang berpenduduk kurang lebih 3.165 orang terdiri dari laki-laki 1.546 orang dan perempuan 1.619 orang dengan jumlah KK sebanyak 759 KK, sebagian besar bekerja sebagai petani 70,62 % atau kurang lebih 536 KK. Sebagian besar penduduknya berpendidikan Sekolah Dasar 50,49 % atau sebanyak 1.598 orang bahkan yang tidak tamat Sekolah Dasar 33,78 % atau 1,069 orang, namun karena potensi sumber daya alam yang cukup mendukung dengan luas persawahan seluas 488,62 Ha, yang seluruhnya berpengairan tekhnis, sehingga dapat memberikan pendapatan kepada petani dan keluarganya yang memadai, apalagi dengan tercapainya pertanaman dengan IP 300. Berdasarkan hal tersebut maka para anggota kelompok tani membentuk kelompok-kelompok belajar melalui wadah kelompok tani agar dapat memperoleh bimbingan dari penyuluh dan pembina tekhnis lainnya.

Didesa Mattoanging ini terdapat 12 buah kelompok tani yang telah dibentuk sejak tahun 1982 sampai 2007, dengan rata-rata anggota 33 s/d 56 orang perkelompok sehingga jumlah seluruhnya sebanyak 556 orang. Dari sejumlah anggota kelompok tersebut terdapat 149 orang pemilik sekaligus penggarap, 334 orang hanya sebagai penggarap, selain itu adalah buruh tani.

Adapun jenis komoditi yang dominan dikembangkan didaerah ini antara lain Tanaman padi, jagung, Kacang hijau dan kacang panjang. Disamping tanaman tersebut, juga didaerah ini memiliki potensi yang cukup baik yang didukung oleh adanya tegalan, pekarangan dan kebun yang banyak ditumbuhi rumput seluas 61,38 Ha memberikan peluang untuk memelihara sapi (633 ekor), kuda (30 ekor), dan kambing (18 ekor), juga unggas (ayam dan itik)sebanyak 12.994 ekor.

Luas pertanaman padi pada musim tanam 2009 seluas 448,62 Ha dengan produktivitas rata-rata mencapai 73,60 kwintal/Ha atau rata-rata 7,36 Ton/Ha. Sehubungan hal tersebut maka salah satu kendala yang selama ini dihadapi adalah dengan pertanaman IP. 300 membutuhkan benih bermutu dan mudah diperoleh petani dengan harga terjangkau. Olehnya itu melalui program P3TIP/FEATI Kabupaten Maros memberikan kesempatan kepada kelompok tani dan anggotanya untuk mengembangkan diri dan usahanya melalui pembelajaran yang dikelola petani (UP-FMA desa).

Pada tahun 2007, Program P3TIP/FEATI Kabupaten Maros memberikan kesempatan kepada kelompok tani untuk membentuk gabungan kelompok tani sebagai kelas belajar dengan membentuk unit yang akan mengelola kegiatan penyuluhan didesa yang pengurusnya dipilih secara demokratis oleh rembug tani desa. Melalui rembug desa tersebut maka terpilih pengurus/pengelola Posluhtan/Pengelola FMA desa susunan pengurus sebagai berikut ; ketua : M. Aras, Wakil Ketua : H. Baso R, Sekretaris : Ismail dan Bendahara adalah : H.M. Said serta dibantu oleh beberapa bidang-bidang ; antara lain bidang tanaman pangan, bidang peternakan, bidang perikanan dan bidang kehutanan dan perkebunan. Selain itu telah terpilih 2 orang penyuluh swadaya ; H. M. Arsyad ( Peny. Swadaya laki - laki) dan St. Aisyah ( Peny. Swadaya Perempuan). Sedangkan Penyuluh Pertanian Lapangan yang mendampingi dan memfasilitasi adalah Arifuddin, SP.

Melalui program kegiatan UP-FMA Desa Mattoanging telah melakukan beberapa tahapan pengelolaan FMA terutama dalam perencanaan dengan kegiatan sbb : (a). Pelaksanaan PRA, (b) Penyusunan rencana kegiatan kelompok (RDK/RDKK); (c) penyusunan programa penyuluhan desa; (d) dll. Adapun program yang telah di susun dalam proposal untuk tahun 2008 Tahun 2008 ; Kursus administrasi Klp Tani, Kursus Pengendalian hama/penyakit, Pelatihan pembuatan pupuk bokasi, Pelatihan budidaya ternak sapi dan Kursus vaksinasi ternak ayam buras dengan jumlah dana yang dikelola

sebesar Rp. 19.994.000,-. Untuk tahun 2009 kegiatan yang dilakukan adalah ; Agribisnis Penangkaran Benih Padi dengan metode Sekolah lapang, dengan total dana sebesar Rp. 25.000.000,-

Tahun 2010 UP – FMA Mattoanging mengajukan kegiatan proposal Agribisnis Penangkaran Benih Padi dengan total dana yang di butuhkan sebesar Rp. 31.200.000,-

Hasil yang telah dicapai pada pelaksanaan kegiatan UP – FMA Mattoanging adalah terlatihnya pengurus dan anggota kelompok tani dalam hal administrasi kelompok, terlatihnya anggota kelompok tani yang dapat mengidentifikasi jenis-jenis hama/ penyakit tanaman padi dan cara pengendalian dan pemberantasannya, Terlatihnya anggota kelompok tani dalam hal pembuatan pupuk bokasi & terampil membuat pupuk bokasi dengan 3 macam cara/perlakuan. Serta terlatihnya kelompok tani dalam membudidayakan ternak sapi mulai dari pemeliharaan sapi, pemberian pakan, dan pengobatan ternak. Dan terlatihnya anggota kelompok tani dalam menanggulangi penyakit ND pada ayam buras.

Kemitraan usaha terjalin antara posluhtan/peserta dengan BBI padi Maros dan Shang Hyang Seri dimana petani sebagai pelaku utama dan PT Shang Hyang Seri sebagai pelaku usaha menerima produk berupa bibit dan BBI padi sebagai penerima produk dan pemasaran bibit pokok.

Rabu, 13 April 2011

KEGIATAN FEATI MAROS TA. 2011

Program Pemberdayaan Petani melalui Teknologi dan Informasi Pertanian (P3TIP/FEATI) Kab. Maros pada tahun ini telah memasuki tahun terakhir (closing date) tahun 2011. Seiring dengan itu Pengelola P3TIP/FEATI Kab. Maros telah berbuat semaksimal mungkin untuk melaksanakan berbagai hal dan kegiatan yang telah dilaksanakan di tahun – tahun sebelumnya. Hanya saja, kemungkinan masih terdapat beberapa kendala, kelemahan dan kekurangan – kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan yang dikelola. Namun demikian pengelola P3TIP/FEATI Kab. Maros terus berusaha dengan segala upaya untuk memperbaiki kelemahan dan kekurangan – kekurangan tersebut dengan bantuan dan bimbingan dari P3TIP/FEATI Propinsi Sul – Sel dan P3TIP/FEATI Pusat, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian RI.

Untuk tahun terakhir 2011, P3TIP/FEATI Kab. Maros mendapatkan dana DIPA sebesar Rp. 2.964.605.000,- yang diperuntukkan untuk membiayai kegiatan ; Dukungan terhadap Kegiatan Penyuluhan yang Dikelola oleh Petani (UP_FMA), Bantuan Sosial bagi UP-FMA, Penguatan Organisasi Petani, Penguatan Kapasitas Kelembagaan dan Petugas Penyuluhan, Dukungan Manajemen dan Evaluasi Program, Dukungan Pelaksanaan Program dan Pengadaan Peralatan.

Ir. Muhadir, MM selaku Pejabat Pembuat Komitmen (P2K) P3TIP/FEATI Kab. Maros, mengatakan bahwa tahun 2011 tetap menitik beratkan pada kegiatan pemberdayaan petani melalui Unit Pengelola FMA atau yang biasa dikenal dengan Pos Penyuluhan Pertanian yang disingkat POSLUHTAN di 60 Desa se – Kab. Maros. Untuk pengelolaan kegiatan UP – FMA di Kab. Maros tetap mengacu pada 3 (tiga) cluster (kelas) kategori UP – FMA yaitu ; kelas A, B, dan C sesuai penilaian pada tahun lalu, tetapi tidak tertutup kemungkinan untuk penilaian kelas tahun ini bisa saja ada UP – FMA yang mendapatkan promosi naik kelas yang lebih tinggi atau bahkan turun kelas. Hal ini tergantung dari kinerja UP – FMA itu sendiri dengan pendampingan dari pembina Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Pada tahun ini juga akan diberikan Penghargaan bagi UP – FMA Teladan 1 – 3, terhadap UP – FMA yang berkinerja baik dan ini berarti bahwa akan terjadi kompetisi atau persaingan dalam pengelolaan kegiatan di UP – FMA Desa.

Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Kab. Maros, Ir. H. Burhanuddin, MM mengharapkan agar pada tahun terakhir Pengelola P3TIP/FEATI harus bekerja ekstra keras untuk mengawal kegiatan – kegiatan dan UP – FMA Desa. Ini dimaksudkan agar setelah berakhirnya kegiatan program P3TIP/FEATI, akan memberikan pedoman atau acuan bagi pemerintah daerah dalam hal ini Pemkab. Maros untuk keberlanjutan kegiatan pemberdayaan petani yang nantinya akan dibiayai oleh daerah.

Selasa, 07 Desember 2010

TUDANG SIPULUNG (APPALILI) KAB. MAROS MT. 2010/2011

Bertempat di Aula Al – Markaz Al – Islami Kab. Maros tgl, 02 Desember 2010 dilaksanakan Tudang Sipulung Tingkat Kabupaten MT. 2010/2011 yang dibuka oleh Bupati Maros Ir. HM. Hatta Rahman, MM. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Badan/Dinas lingkup Pertanian Prop. Sul-sel, unsur Muspida Kab. Maros, Para Kepala SKPD, KTNA Prop, KTNA Maros, Stakholder Pertanian dan Penyuluh Pertanian serta Ketua Klp Tani/Petani se – Kab. Maros. Dalam arahannya Bupati Maros mengatakan bahwa Tradisi Tudang Sipulung yang dilaksanakan setiap memasuki musim tanam rendengan, adalah merupakan acara terpadu antara petani, pengusaha dan pemerintah untuk secara bersama – sama menentukan dan menyepakati penentuan waktu tanam, varietas yang akan ditanam serta sarana produksi yang digunakan sampai kepada perumusan beberapa kebijakan yang perlu diambil setelah pasca panen. Dan dalam kesempatan ini pula Bupati Maros menyerahkan berbagai bantuan untuk petani/kelompok tani. Salah satu diantaranya adalah menyerahkan secara simbolis bantuan dana bagi pengembangan kelembagaan Posluhtan (FMA) P3TIP/FEATI di Kab. Maros. Untuk kesemuanya ini tentu diharapkan adanya peningkatan produktivitas pertanian sebagai upaya memantapkan ketahanan pangan di daerah ini.

Kab. Maros yang masih memposisikan diri sebagai daerah agraris dan masih mengandalkan sektor pertanian sebagai sektor unggulan, tentunya akan selalu menjadi perhatian bagi pemerintah daerah, mulai dari perencanaan, pelaksanaan sampai kepada pasca panen, hal tersebut dimaksudkan agar potensi dan daya dukung tersebut dapat memberikan konstribusi bagi peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Untuk itu diharapkan kepada segenap pelaku usaha dan pelaku utama agar dapat menonjolkan komoditi unggulan di masing – masing daerah (desa/kel/kec) sebagai komoditi andalan kabupaten.

Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Kab. Maros Ir. H. Burhanuddin, MM mengatakan dari tahun ke tahun pelaksanaan Tudang Sipulung yang telah dilaksanakan, cukup dirasakan telah memberi dampak positif bagi pelaksanaan pembangunan daerah khususnya pembangunan sektor pertanian, karena berbagai masukan yang diperolah adalah merupakan hasil musyawarah desa dan kecamatan yang telah menghadirkan stakeholders yang terkait dengan sektor pertanian, sehingga keputusan yang dihasilkan pada musyawarah tudang sipulung tingkat kabupaten ini adalah keputusan aspiratif dan cukup demokratis, karena bahan yang didiskusikan merupakan usulan – usulan yang berasal dari bawah atau dari para petani.

Oleh sebab itu yang perlu mendapatkan perhatian dari kita semua khususnya kepada kelompok tani atau para petani adalah kedisiplinan melaksanakan apa yang telah disepakati. Dengan demikian musyawarah tudang sipulung ini hendaknya dimanfaatkan sebaik – baiknya untuk mengemukakan saran, pendapat dan pengalaman, kemudian disenergikan dengan berbagai teori dan kebijakan di bidang pertanian, sehingga mudah – mudahan tudang sipulung ini dapat menghasilkan keputusan terbaik yang mampu mengangkat produktivitas pertanian.

Ir. M. Alfian Amri, M.Si selaku Sekretaris Bapeluh/P2K FEATI Kab. Maros mengatakan bahwa dalam mewujudkan peningkatan produktivitas pertanian dan kesejahteraan masyarakat tersebut diperlukan adanya koordinasi dan komunikasi antar instansi terkait, dan meningkatkan kinerja masing – masing agar lebih efisien, efektif dan sinergis karena pembangunan produksi pangan yang harus dilaksanakan secara utuh dan terpadu dalam rangka ketersediaan dan kecukupan pangan. Dan hal ini sejalan dengan Program Pemberdayaan Petani melalui Teknologi dan Informasi Pertanian (P3TIP/FEATI) Kab. Maros yang mana pada kegiatan ini dititik beratkan pada pengembangan SDM petani yang nantinya diharapkan akan terjadi peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani.

Begitu pula diminta kepada seluruh warga masyarakat khususnya kepada yang bergerak di sektor pertanian, kiranya dapat mengelola pertaniannya secara intensif dengan lebih banyak memanfaatkan jasa konsultasi dari para PPL yang ada serta dukungan penuh dari petani melalui kelompok taninya.

Program Pemberdayaan Petani melalui Teknologi dan Informasi Pertanian (P3TIP/FEATI) Kab. Maros telah memasuki tahun ketiga dalam hal pengembangan kelembagaan Posluhtan (Unit Pengelola - FMA) di 60 desa/kel Kab. Maros. Dan telah memberikan pembinaan/pengembangan SDM bagi para petani secara partisipatif yang difasilitasi oleh para Penyuluh Pertanian (Tim Penyuluh Lapangan) kec dan desa.

Kegiatan Penyuluhan yang partisipatif kepada petani dan kelompok tani agar lebih ditingkatkan sehingga penyebaran informasi teknologi kepada petani dapat berjalan dengan lancar. Hal tersebut sangat penting dalam rangka pemantapan ketahanan pangan, pengembangan agribisnis dan yang terpenting adalah dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan menyerap tenaga kerja yang lebih banyak.

Selasa, 03 Agustus 2010

PELATIHAN KOMPUTER & WORKSHOP e PETANI 2010

Program Pemberdayaan Petani dengan Teknologi dan Informasi Pertanian / Farmer Empowerment Through Agricultural Technology and Information (FEATI) dirancang untuk mewujudkan sistem penelitian dan penyuluhan pertanian yang mampu memenuhi kebutuhan petani dalam menghadapi perkembangan ekonomi global. Program FEATI bertujuan untuk memberdayakan petani dan organisasi petani dalam peningkatan produktivitas, pendapatan dan kesejahteraan petani melalui peningkatan aksesibilitas terhadap informasi, teknologi, modal dan sarana produksi, pengembangan agribisnis dan kemitraan usaha. Sasarannya meliputi: Petani yang telah tergabung dalam kelompok tani (poktan); Gabungan Kelompok Tani (gapoktan); Asosiasi dan korporasi petani. Ruang lingkup kegiatannya diantaranya adalah Penguatan dukungan teknologi pada usaha tani/agribisnis di tingkat petani; dan Perbaikan pelayanan teknologi dan informasi pertanian.

Dalam upaya meningkatkan ketrampilan Penyuluh Pertanian kabupaten dalam pengelolaan Information Technology (IT), maka pada tanggal 01 s/d 02 Agustus 2010 dilaksanakan pelatihan. Dan dilanjutkan dengan workshop ePetani pada tanggal, 03 Agustus 2010. Bertempat di Aula Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahaanan Pangan Kabupaten Maros, Pusat Data dan Informasi Pertanian (PUSDATIN) Kementerian Pertanian bekerjasama dengan Lembaga Pendidikan Komputer Komp@k Kabupaten Maros melaksanakan pelatihan yang berkaitan dengan pengetahuan dasar komputer dan e-Petani dengan peserta Penyuluh Pertanian dan Staf BPP serta Pengurus UP – FMA sebagai peserta workshop, pelatihan difasilitasi oleh Yenni Tat dan Asiah dari Pusdatin. Pelatihan e-Petani ini dibuka secara resmi oleh Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Kab. Maros yang diwakili oleh Sekretaris Badan/P2K P3TIP/FEATI Ir. Muh. Alfian Amri, M.Si. Dalam arahannya kepada peserta pelatihan, penyuluh pertanian dan staf yang telah dilatih diharapkan mampu menerapkan ilmunya serta dapat berperan sebagai fasilitator dan motivator kepada penyuluh pertanian maupun petani dilokasinya.

Adapun tujuan dari pelatihan ini adalah untuk ; meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Penyuluh Pertanian dan Staf BPP dalam menggunakan komputer mulai dari pengenalan computer, manfaat teknis dan sosial dari penggunaan computer, pemanfaatan internet, berkomunikasi melalui e-mail serta pengenalan ePetani.

Harapan kedepan semoga dengan pelatihan ini dapat bermanfaat bagi peserta khususnya Penyuluh Pertanian dalam menunjang tugas – tugas di lapangan dalam membimbing petani.

Senin, 02 Agustus 2010

KEGIATAN UP - FMA PATANYAMANG TAHUN 2009

Proses pembelajaran bertujuan untuk memberdayakan pelaku utama dan pelaku usaha melalui penerapan kegiatan penyuluhan yang dikelola oleh pelaku utama dan pelaku usaha itu sendiri (Farmer Managed Extension Activities/FMA). Melalui kegiatan FMA menitikberatkan pada pengembangan kapasitas manajerial, kepemimpinan dan kewirausahaan pelaku utama dan pelaku usaha dalam pengelolaan kegiatan penyuluhan pertanian.
Dalam metode FMA ini, pelaku utama dan pelaku usaha mengidentifikasikan permasalahan dan potensi yang ada pada diri, usaha dan di desa. Merencanakan kegiatan belajarnya sesuai dengan kebutuhan secara partisipatif dalam rangka meningkatkan produktivitas komoditas unggulan usaha agribisnis guna peningkatan pendapatan dan kesejahteraan.
Desa Patanyamang Kecamatan Camba, merupakan salah satu desa lokasi UP - FMA di Kabupaten Maros yang terletak di sebelah Utara Kabupaten Maros dengan jarak + 50 km dari ibukota kabupaten. Di Desa Patanyamang pengembangan metode FMA telah dilakukan selama 2 (dua) tahun melalui Program Pemberdayaan Petani melalui Teknologi dan Informasi Pertanian (P3TIP/FEATI) yang dilaksanakan di 60 desa/kel yang tersebar di 14 kecamatan. Melalui kegiatan ini petani difasilitasi untuk merencanakan dan mengelola sendiri kebutuhan belajarnya, sehingga proses pembelajaran berlangsung lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan pelaku utama.
Untuk kegiatan FMA Tahun 2009, Posluhtan Patanyamang Desa Patanyamang Kec. Camba melakukan kegiatan Pelatihan Agribisnis Sapi Potong yang difasilitasi oleh Ir. H. Muh. Syahrir, MP, Ir. Musyawar A, M.Si dan unsur terkait dari BPP Camba yang dilaksanakan pada bulan Januari s/d Mei 2010. Adapun pelaksana kegiatan pelatihan adalah Kelompoktani Matras yang diketuai Drs. Nasruddin dengan alamat Dusun Lalebata Desa Patanyamang. Agar kegiatan FMA ini dapat mencapai sasaran secara berdaya guna dan berhasil guna, maka peserta pelatihan yang diundang adalah petani ternak yang diharapkan nantinya akan mengembangkan usahanya setelah mengikuti pelatihan ini. Demikian disampaikan oleh Koordinator BPP Camba H. Paduppa Saleh, STP sebagai Ketua Tim TPL kecamatan Camba.
Nurhidayah selaku Ketua Posluhtan Patanyamang mengatakan bahwa dipilihnya kegiatan ini merupakan hasil PRA masyarakat desa dan hasil kajian agribisnis yang dilakukan dalam menyusun proposal kegiatan pembelajaran FMA yang difasilitasi oleh Darnis, SP sebagai Penyuluh Pertanian Lapangan Desa Patanyamang.
Sehubungan dengan itu Ir. Muh. Alfian Amri, M.Si selaku P2K P3TIP/FEATI Kab. Maros mengatakan bahwa dalam pengajuan judul proposal kegiatan UP – FMA tidak bersifat insidentil karena hal ini akan merugikan masyarakat itu sendiri. Dan seyogyanya kegiatan yang akan dilakukan berasal dari kebutuhan petani dan sesuai dengan kajian agribisnis yang mereka lakukan. Dan diharapkan bahwa dengan kegiatan UP – FMA di 60 desa/kel di Kabupaten Maros tidak saja merubah perilaku pengurus UP – FMA dan anggotanya tetapi dapat juga menularkan ilmunya kepada petani lain untuk merubah pola pikirnya.

Rabu, 28 Juli 2010

Penilaian Kinerja Konsultan FEATI/P3TIP Kab. Maros


Bertempat di Aula Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Kab. Maros pada tanggal, 28 Juli 2010 dilakukan Penilaian Kinerja Konsultan FEATI/P3TIP Kab. Maros. Ir. Hj.Asia Patompo dari FEATI Pusat yang didampingi oleh Monev FEATI Propinsi Sulawesi Selatan Nur Akhriadi. Metode penilaian yang dilakukan adalah presentasi, wawancara dengan Pengurus UP - FMA yang dikunjungi dan dilanjutkan dengan Penilaian oleh DPIU FEATI kabupaten dengan mengisi kuisioner yang telah disiapkan. Sebelum Tim ke lapangan Konsultan FEATI/P3TIP Ir. Muh. Irdan, AB mempresentasikan kegiatan - kegiatan fasilitasi yang telah dilakukan dalam pendampingan FEATI Maros baik itu Pembinaan Petani / UP-FMA maupun DPIU (Pengelola FEATI/P3TIP Kabupaten). Untuk mengecek kebenaran informasi yang telah disampaikan oleh konsultan dilakukan kunjungan lapangan ke UP - FMA sesuai yang ditentukan oleh FEATI Pusat. Dan kemudian dilanjutkan dengan penilaian DPIU kabupaten dengan pengisian kuisioner. Menurut Asisten Teknis/FMA Asmuri, S.Pi bahwa keberadaan konsultan FEATI kabupaten sangat membantu dalam berbagai hal terutama dalam fasilitasi FMA. Dan hal ini dibenarkan juga oleh Asisten MONEV Ir. H. Muh. Syahrir, MP bahwa konsultan kabupaten selama ini merupakan mitra dari DPIU FEATI atau Tim Kerja dari DPIU FEATI Maros.
Dari hasil penilaian kuisioner yang dilakukan oleh DPIU FEATI Maros yang dibacakan oleh P2K FEATI Maros Ir. Muh. Alfian Amri, M.Si menyatakan bahwa nilai yang diperoleh dari hasil nilai kumulatif dari DPIU adalah Sangat Memuaskan dan P2K juga mengatakan bahwa Konsultan FEATI Maros Ir. Muh. Irdan. AB memiliki Inovatif, Kreatif dan mampu mengembangkan diri. Kedepan P2K FEATI Maros mengharapkan kepada konsultan FEATI untuk lebih meningkatkan fasilitasi dan pendampingannya terhadap Petani dan DPIU FEATI Maros.

Senin, 26 Juli 2010

Penyerapan Dana FEATI Maros SMS I 2010


Program Pemberdayaan Petani melalui Teknologi dan Informasi Pertanian (P3TIP)/FEATI adalah dirancang untuk mewujudkan sistem penelitian dan penyuluhan pertanian yang mampu memenuhi kebutuhan petani dalam menghadapi perkembangan ekonomi global. Program tersebut merupakan bagian dari usaha kunci Pemerintah untuk merevitalisasi penyuluhan pertanian. Pemberdayaan petani melalui jaringan informasi yang berkembang, pembangunan komunitas agribisnis, peningkatan hubungan antara penelitian dan pengembangan akan menghasilkan diversifikasi yang meningkat, pendapatan petani yang lebih tinggi, dan sektor pertanian yang lebih kompetitif.
Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Kab. Maros merupakan salah satu kabupaten lokasi P3TIP/FEATI dari 4 (empat) kabupaten di Sulawesi Selatan. Untuk Tahun 2010 Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Kab. Maros melalui Program P3TIP/FEATI telah melaksanakan berbagai kegiatan, namun demikian masih ada kegiatan beberaqpa yang belum terlaksana. Untuk Semester I (pertama) P3TIP/FEATI Kab. Maros penyerapan dana atau realisasi anggaran, baru dapat menyerap Rp. 174.672.000,- atau sekitar 7,84% dari total nilai pagu anggaran. Menurut Financial Officer (FO) atau Asisten Keuangan P3TIP/FEATI Kab. Maros Ir. Rohani Asadi bahwa rendahnya penyerapan dana untuk semester I disebabkan karena ; belum terlaksananya kegiatan FMA yang berada di 60 desa, adanya kegiatan pertemuan atau pelatihan yang saling terkait dengan pelaksanaan kegiatan FMA yang akan dilaksanakan dan belum terealisasikannya belanja modal berupa pengadaan peralatan kantor dan meubelair.
Pejabat Pembuat Komitmen (P2K) P3TIP/FEATI Kab. Maros Ir. M. Alfian Amri, M.Si mengatakan bahwa untuk kegiatan FMA di desa sedang berproses, sesuai dengan petunjuk teknis dan petunjuk lapangan. Dan diharapkan kegiatan penyusunan proposal FMA yang telah disusun oleh petani anggota FMA dapat selesai dan akan diverifikasi di kabupaten oleh Tim Verikasi FMA sesuai dengan jadwal yang telah disepakati bersama. Sedangkan untuk kegiatan lainnya, P2K P3TIP/FEATI optimis bahwa dengan berjalannya proses penyusunan proposal FMA, Verifikasi FMA hingga pelaksanaan kegiatan FMA, kegiatan yang saling terkait, dapat terlaksana dengan baik dan hal ini atas dukungan dari tim work dari beberapa asisten P3TIP/FEATI sesuai dengan tugas pokoknya masing - masing serta Konsultan P3TIP/FEATI Maros Ir. Irdan, AB. Demikian harapan dari P2K P3TIP/FEATI Kab. Maros semoga untuk triwulan kedepan penyerapan dana dapat lebih baik.